Teknik Bersepeda yang Benar

Diposting pada

 Manfaat bersepeda bagi kesehatan memang sudah diketahui banyak orang. Meskipun terbilang sebagai olahraga sederhana, bersepeda bisa dirasakan manfaatnya tidak hanya oleh banyak orang. noKhususnya kaum wanita, bersepeda ternyata dapat memberikan banyak manfaat dan dampak positif. 

Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, bersepeda juga dapat memberikan manfaat signifikan untuk kesehatan mental kita. Apalagi, olahraga ini bisa melatih tubuh kita untuk tetap bergerak aktif. Yuk, cari tahu teknik bersepeda yang benar.

 Mengenal Teknik Olahraga Bersepeda yang Tepat

Gambar oleh Pexels dari Pixabay

 

Supaya manfaat bersepeda yang kita dapatkan jadi semakin maksimal, sebaiknya olahraga ini tak dilakukan secara asal-asalan. Dengan melakukan teknik yang pas, kita bisa mendapatkan dampak positif yang semakin meningkat. Selain itu, kita juga bisa terhindar dari insiden yang tidak diinginkan. Berikut ini beberapa teknik bersepeda yang perlu diketahui untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

1. Perhatikan Irama Kayuhan

Saat mengayuh sepeda, idealnya dayungan pedal berkisar di angka 60–80 putaran per menit (rpm). Tentu saja pembalap memiliki standar irama kayuhan tersendiri, yaitu 80–100 rpm. Kamu bisa mengatur irama kayuhan sesuai dengan kebutuhan. Tapi, jika pedal sepeda yang kita gunakan berjenis clipless pedal, cobalah untuk bergantian menarik dan mendorong pedal antara kaki kiri dan kanan secara perlahan bergantian. Trik ini dapat membuat kaki lebih ramping karena lebih banyak otot yang tertarik saat mengayuh.

2. Sesuaikan Sepeda dengan Postur Tubuh

Penting bagi kita untuk memastikan ukuran kerangka pedal yang tepat untuk tubuh. Caranya, kita bisa menaiki sepedanya dan mencari tahu apakah kaki kita menapak rata dengan tanah. Atau kita bisa juga mempertahankan beberapa tips ini untuk melihat apakah sepeda tersebut memiliki ukuran ideal:

●      Saat pedal terletak di titik terendah dalam rotasi, idealnya posisi kaki kita sedikit menekuk.

●      Coba tekuk siku sedikit untuk mengetahui apakah kaki terlalu dekat atau jauh dengan setang.

●      Tak masalah jenis sepeda apapun yang kita pilih, pastikan bahwa frame sepeda cocok dengan tubuh untuk mencegah masalah nyeri otot.

3. Posisikan Tubuh dengan Benar

Ketika bersepeda, jangan terlalu mengonsentrasikan tekanan dan titik berat pada otot di satu area saja. Kita perlu memvariasikan posisi tubuh dan tangan dengan benar. Sebagai contohnya, kita bisa mengubah sudut punggung, lengan, dan leher. Pastikan siku dan lengan dibuat rileks supaya lebih mudah apalagi saat kita bersepeda di jalan yang tidak rata. Sebisa mungkin jangan berpegangan pada bagian melengkung setang dalam waktu yang lama sebab akan berisiko membuat kita mengalami kram di bagian bahu, leher, dan tangan.

4. Perhatikan Rute Bersepeda

Selalu perhatikan rute seperti apa yang kita pakai saat melakukan olahraga sepeda. Teknik bersepeda yang harus dilakukan tentu berbeda saat kita berada di jalur yang datar dengan jalur menanjak. Di jalur datar, biasanya kita akan lebih mudah untuk memindahkan gear, namun tidak demikian saat kita melalui jalanan menanjak. Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memindahkan rantai ke gigi ringan dan hindari memindahkan gigi dengan lompatan yang cepat.

5. Perhatikan Keamanan dan Keselamatan

Sebelum menggunakan sepeda, kita perlu memeriksa semua komponen mulai dari rem sampai kondisi ban agar terhindar dari risiko kecelakaan. Jangan lupa untuk = selalu mengenakan pelindung kepala, lutut, dan siku agar efek cedera tak terlalu fatal bila kita terjatuh.    

Setelah tahu apa saja teknik bersepeda yang benar, jangan lupa gunakan perlengkapan yang diperlukan agar aman, seperti: helm, celana sepeda dsb.

8 thoughts on “Teknik Bersepeda yang Benar

  1. Keamanan dan keselamatan bersepeda ini harus diperhatikan banget memang ya, kak. Terutama buat yang naik sepeda di malam hari. Harus dicek apakah ada mata kucing di pijakan sepedanya atau di bagian lain. Yang mempermudah kendaraan bermotor mengidentifikasi keberadaan kita dari jauh. Biar ga terjadi kecelakaan.

  2. dulu zaman masih di kampung inggris pare kemana-mana pakainya sepeda. tapi emang bener ya harus perhatikan banget keselamatan dan keamanan. beberapa kali saya sempet meleng karena belagu sambil ngobrol. abis itu tobat enggak lagi deh ngendarain sepeda sambil ngobrol hehe.

  3. Pantes pernah bersepeda yang berdua itu (karena saya nggak bisa naik sepeda) nggak sampai sejam pegelnya semingguan. Habis itu saya kibar bendera putih, nyeraah. Ternyata salah tehnik nih sepertinya

  4. Apabila naik sepeda memang sie harus diperhatikan keamanan dan keselamatan, biasanya aku selalu ambil rute yang tidak ada banyak lalu lalang mobilnya, jalan kampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *